Wednesday, December 11, 2019

4 Pesan Motivasi Nenek Untuk Menanam


Ayo siapa disini yang masih punya nenek? Selamat ya kalo anda masih punya nenek! Karena biasanya seorang nenek itu memiliki banyak pesan bijak yang biasanya diberikan. Selain itu, seorang nenek juga sangat menyayangi cucunya, bahkan tidak segan-segan untuk memberikan kasih sayang yang manja.

Namun buat kalian yang sudah tidak punya nenek tentunya tidak usah berkecil hati. Saya sendiri saja saat ini sudah tidak memiliki seorang nenek. Baik itu sebelah ayah maupun dari sebelah ibu. Namun kisah tentang nenek ataupun pesan bijaknya bisa kita peroleh dari ayah maupun ibu.

Nah, kali ini saya akan membagikan beberapa pesan bijak yang masih dipegang dalam keluarga. Karena nenek saya merupakan seorang petani, maka pesan-pesan yang disampaikannya pun tidak jauh dari hal tersebut. Berikut 4 pesan motivasi nenek ketika akan menanam.

1. Menanamlah, karena jika mati tidak akan meminta kain kafan

"Menanamlah, karena kalau mati pun tidak akan minta dikafani". Begitulah pesan nenek yang selalu disampaikan ibu kepada saya. Maksud dari pesan tersebut adalah untuk memotivasi agar tidak ragu-ragu untuk menanam. Baik itu berupa tanaman tahunan maupun tanaman musiman. Baik itu tanaman perkebunan maupun hanya sayuran. Toh kalaupun tanaman tersebut tidak tumbuh atau mati, tidak meminta kita untuk mengkafani. Dan jika tanaman tersebut tumbuh dan berbuah, yang untungkan kita juga bisa menikmati.


2. Menanam adalah investasi masa depan

Salah satu alasan seseorang malas untuk menanam adalah karena harus menunggu. Yah memang begitulah. Kita harus sabar untuk menunggu hasilnya. Semuanya butuh proses, mulai dari pembibitan, perawatan hingga sampai berbuah. Apalagi tanaman yang ditanam membutuhkan waktu lama.

Tapi ingat, ketika masa berbuah tiba tentunya akan memberikan rasa kepuasan yang tak terhingga. Sebuah penantian dan kesabaran yang pada akhirnya berbuah manis. Apalagi panennya tidak hanya saat itu saja. Masih ada tahun dan musim-musim berikutnya yang siap menunggu. Nah kalau begitukan enak, ada jaminan dimasa depan. Kalau kata nenek dan Bang Haji Rhoma Irama mah 'berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

3. Jangan sampai masuk ke kebun orang

Menanam itu bisa dilakukan siapa saja. Baik itu kaum muda maupun kaum tua. Baik itu orang kurang sejahtera maupun orang kaya. Semuanya bisa. Hanya tinggal kemauan saja. Seperti nenek saya, meskipun sudah tua dan jalannya pun kadang sering berhenti, namun tetap saja menanam.

Pernah suatu hari ibu dan nenek pergi ke kebun. Saat itu nenek membawa beberapa bibit pohon durian lokal untuk ditanami. Lalu terjadilah percakapan sebagai berikut.

"Itu pohon durian ya buk?" Tanya ibu kepada Nenek.

"Iya, pohon durian" jawab nenek singkat.

"Kapan bisa dinikmati hasilnya? Kan pohon durian untuk bisa berbuah membutuhkan waktu yang lama." Tanya ibu lagi.

"Tanam saja bibit apa yang kita miliki. Seandainya pun ibu tidak bisa menikmati (meninggal dunia terlebih dahulu), tetapi anak dan cucuku bisa merasakannya." Nenek memberi nasehat dengan takzim.

"Satu lagi, ibu tidak ingin kelak anak dan cucu ibu masuk ke kebun orang. Hanya gara-gara buah tetangga lebih menarik." Tambah nenek.

Kalau saja si Nenek hanya memikirkan dirinya, tentu akan berpikir panjang untuk memulai menanam. Bayangkan saja, durian lokal baru bisa berbuah rata-rata berumur 15 tahun. Dan saat itu belum ada yang namanya durian cangkok, semuanya ditanam dari bijinya langsung.

Dari percakapan diatas tentunya banyak pesan yang bisa diambil. Salah satunya adalah nenek saya tidak mau jika kelak keturunannya mecuri dikebun orang atau hanya bisa melihat saja apa yang dimiliki orang lain. Akhirnya kebun tersebut ditanamilah berbagai macam buah. Ada kelapa, berbagai varietas mangga, durian, cempedak, nangka, pisang, manggis, langsat, rambutan, jambu, kopi dan masih banyak yang lainnya. Akhirnya punya tokoh buah sendiri. Hehe

4. Niatkan Menanam Untuk Kebaikan

Nenek selalu berpesan, jika ada yang meminta buahmu, berikan! Jangan pelit dengan orang lain. Lagianpun dari rezeki yang kita dapati ada sebagian milik mereka. Lagianpun, kalau hanya dikonsumsi untuk sendiri tentunya sangat berlebihan. Ingat, mungkin hari ini kita adalah orang yang memiliki, tapi bisa jadi besok lusa kita adalah orang yang tidak memiliki.

Yah begitulah, kalau sudah nenek yang bicara tidak ada yang berani membantah. Makanya nenek juga bilang, kalau ketika menanam itu diniatkan untuk kebaikan. Insya'Allah hasilnya akan melimpah. Kebaikan yang dimaksud adalah seperti diatas. Perhatikan kiri kanan tetangga (dikasikan juga ke tetangga ketika panen tiba).

Saya juga baru sadar, ternyata manfaat kebaikan nenek tersebut tidak hanya dirasakan oleh anak cucunya ataupun tetangganya, tetapi juga alam dan makhluk lainnya. Bayangkan saja, jika tanah dibiarkan tandus begitu saja tanpa ditanami pohon, tentunya banyak hewan yang kehilangan tempat tinggal dan susah mecari makan.

Tupai tidak lagi bisa meloncat dari dahan satu kedahan lainnya, burung tidak ada lagi tempat untuk bersarang dan kuntilanak juga tidak ada tempat untuk bergantungan (Iya, serius. Pohon durian adalah tempat favorit makhluk tersebut). Dan yang tidak kalah pentingnya, pohon-pohon tersebut adalah salah satu penyumbang oksigen yang kita hirup sampai saat ini.

Media Sosial yang digunakan: