Monday, January 8, 2018

Pantai Padang-Padang dan Gadis Korea



Bali memang tidak ada habisnya dalam hal menyajikan keindahan alam dan budayanya. Tinggal kita saja, apakah sanggup untuk mengeksplor setiap tempat wisata yang ada di tanah Dewata ini. Tidak hanya keindahan alam dan budayanya saja, Bali juga memiliki bermacam kuliner yang siap menggoyang lidah para penikmatnya. Mulai dari makanan tradisional khas Bali hingga makanan mancanegara semuanya ada disini. Dan yang tidak kalah penting adalah orangnya yang ramah-ramah.

Karena Bali merupakan salah satu tujuan wisata didunia, tidak heran lagi jika dimana-mana banyak dijumpai para bule. Entah itu bulenya sedang jalan-jalan, sedang nyantai di kafe, sedang berenang, sedang berjemur di pantai, sedang berbelanja,  ataupun sedang goyang dumang dijalanan. Hehehe, emangnya bule tau goyang dumang?

Berbicara tentang keindahan pantai yang ada di Bali, rasanya kurang lengkap jika tidak mengunjungi Pantai Padang-Padang. Pantai yang dihimpit oleh tebing tinggi membuat Pantai Padang-Padang ini tersembunyi dari khalayak ramai dan ukurannya pun tidak terlalu luas. Katanya juga nih, Pantai Padang-Padang ini semakin ramai didatangi turis semenjak film Eat Pray Love yang diperankan oleh Julia Robert melakukan shooting disini. Wuih...mantap!


Untuk masuk kepantai ini kita harus melewati sebuah lorong kecil (mirip seperti goa) dengan anak tangga. Tidak hanya yang ingin masuk, yang ingin keluar dari pantai Padang-Padang juga melalui lorong kecil ini. Jadi, mesti sedikit sabar menunggu giliran untuk melauinya. Apalagi jika berlawanan arah dengan bule yang bertubuh besar, bisa-bisa kita terimpit didalam lorong.

Setelah beberapa kali ngalah sama bule yang keluar dari Pantai Padang-Padang, akhirnya dapat kesempatan juga untuk kami. Sebelumnya saya pikir ini lorong suasananya gelap, tetapi nyatanya tidak. Mungkin dikarenakan ukuran lorongnya yang tidak terlalu panjang. Tidak perlu waktu lama, kami sudah tiba di mulut lorong.Untungnya lorong ini tidak membawa kami kedunia lain.

Hamparan pasir putih dan birunya air laut langsung menyambut kedatangan kami disaat keluar dari lorong. Ramainya pengunjung yang berseliweran pun menjadikan suasana pantai ini semakin hidup. Seperti yang saya katakan sebelumnya, rata-rata tempat wisata di Bali itu banyak dipenuhi oleh para turis asing. Contohnya Pantai Padang-Padang ini yang banyak didatangi oleh manusia dari berbagai belahan bumi lainnya. Entah itu yang berkulit putih, sawo matang hingga yang berkulit hitam sekalipun semuanya melebur disini.

Bagi saya Pantai Padang-Padang memiliki keunikan tersendiri. Bukan hanya masuknya yang harus melalui lorong, tetapi juga adanya segerombolan monyet yang bisa dijumpai ketika akan melalui lorong. Uniknya lagi, monyet ini  sama sekali tidak takut akan kehadiran manusia. Malahan ada yang menghampiri kami seperti berharap diberi sesuatu.

Selain itu, pantai Padang-Padang ini juga dikelilingi oleh tebing-tebing yang memberi kesan pantai ini tersembunyi. Bongkahan batu-batu besar pun yang berada dibibir pantai semakin membuat pantai ini semakin menarik untuk dinikmati. Dan hal yang tidak kalah menariknya adalah disini kita bisa menyaksikan matahari tenggelam atau bahasa kerennya sunset.

Karena rasanya sudah tidak sabar lagi, kami pun lekas mencari posisi yang pas untuk bersantai sambil menikmati keindahan sore. Berbeda dengan para bule, kami lebih memilih posisi yang berada di pojok dekat tebing. Kata teman yang cewek posisi ini sangat pas. Selain tidak berpanasan, disini kita juga bisa menikmati keindahan Pantai Padang-Padang secara keseluruhan. Hehehe, jujur saja kalau yang ceweknya takut hitam jika berjemur.

Bersantai di Pantai Padang-Padang ketika sore hari merupakan pilihan yang tepat. Apalagi setelah seharian kesana-kesini mengunjungi tempat wisata yang lainnya. Keindahan disini pun, bukan hanya diperoleh dari pantainya saja, tetapi juga cewek-cewek bule dengan pakaian khas pantainya. Hehehe.

Mengunjungi pantai rasanya kurang lengkap jika tidak sekaligus mandi. Apalagi ombaknya yang cukup tenang seolah-olah memanggil kami untuk segera menceburkan diri. Tanpa menunggu lama sebagian dari kami sudah berlarian keair. Byurrr...segarnya air benar-benar membuat kami semakin bersemangat.

Tidak hanya bermain air, kami pun menelusuri bagian Pantai Padang-Padang yang lainnya. Karena ukuran pantainya yang memenag tidak luas, jadi sangat mudah untuk menjangkau setiap sudutnya. Sebuah spot yang cukup menarik, berada diantara bebatu-batuan yang besar menjadi pilihan kami untuk mengabadikan momen. Tanpa disuruh pun kami sudah siap untuk menjepret setiap gambar.

Lagi serunya berfoto, eh malah dihampiri cewek. Mimpi apa ya semalam? Awalnya benar-benar gugup, sampai bingung mau berkata apa. Raut muka pun mungkin terlihat pucat seperti mau ditangkap polisi. Maklum, dia ngajak bicara menggunakan bahasa Inggris yang sebetulnya saya tidak mengerti. Coba menggunakan bahasa Indonesia, udah panjang lebar nih cewek diladenin.

Beruntung punya teman yang bisa bahasa inggris. Jadi semuanya diserahkan sama dia saja. Usut punya usut ternyata mbaknya mau ngajakin saya foto bareng. Didalam pikiran saya bertanya-tanya, yang benar saja mau ngajak saya foto? mungkin ini mimpi? lagian pun wajah saya pas-pasan, tidak ada miripnya dengan artis yang ada di layar kaca. Mungkin bagi mereka wajah saya unik kali ya, gak banyak dipasaran. Hehehe.

Mbaknya mulai menghampiri
Kelihatan gugup ketika diajak foto sama gadis Korea

Biar mbaknya tidak menunggu lama, saya pun segera turun dari atas batu. Embaknya pun langsung menyalami saya. Dan lagi-lagi mbaknya berbicara menggunakan bahasa inggris. Tapi tenang, teman saya yang berada diatas batu siap menerjemahkannya. Kata teman saya, mbaknya bilang kalau dia berasal dari Korea Selatan. Dari awal saya sudah mengira, mbak ini mungkin berasal dari cina, jepang atau Korea. Dan ternyata dugaan saya benar.

Andai saja saya sangat tertarik dengan drama Korea, pasti sedikit banyak saya tahu bahasa Korea. Yang saya tahu hanya kata "saranghae" yang sering disebutkan oleh teman-teman yang cewek. Mungkin mbaknya mau ngajarin saya bahasa Korea. Kalau panggilan mbak dalam bahasa Korea apa ya?

Setelah selesai berfoto, mbaknya menyalami saya kembali. Bahasa asing keluar lagi dari dalam mulutnya. Kali ini saya mengerti maksud yang disampaikan mbaknya. Mbaknya berkata kalau dia mengucapkan terimakasih kepada saya. Saya pun membalas ucapan tersebut dengan anggukan. Setelah itu mbaknya pergi dengan senyuman dan membiarkan saya seorang diri.

Setelah puas menelusuri Pantai Padang-Padang dan diajak foto sama gadis Korea, saatnya untuk kembali kerombongan. Sekarang kami benar-benar menghabiskan waktu untuk bersantai sambil menunggu sunset. Baru setelah itu kami beranjak dari pantai ini.







Media Sosial yang digunakan:


EmoticonEmoticon