Tuesday, November 21, 2017

Bertandang Ke Punggur Kecil, Desa Penghasil Buah Langsat di Kalbar



Menghadiri sebuah undangan bagi  saya adalah hal yang harus dipenuhi. Terkecuali jika ada kegiatan penting lainnya atau kondisi tubuh yang tidak sehat sehingga menjadi faktor tidak bisa hadir.

Seperti halnya cerita perjalanan saya dalam menghadiri sebuah acara pernikahan di Desa Punggur Kecil, tepatnya di Parit Alang Umar. Meskipun daerah tersebut cukup jauh dari Kota Pontianak dan belum pernah sama sekali saya datangi, bukan berarti menjadi alasan yang tepat untuk tidak hadir. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui lokasi suatu tempat yang belum kita ketahui. Salah satunya adalah menggunakan aplikasi google map.

Sebelum berangkat,  saya terlebih dahulu mencari informasi mengenai lokasi Parit Alang Umar melalui aplikasi google map. Namun pencarian alamat tersebut tidak terdeteksi alias tidak ditemukan. Kemudian saya menggunakan kata kunci "Desa Punggur Kecil" yang merupakan nama desanya dari Parit Alang Umar. Hasil dari pencarian tersebut ternyata berhasil dan terlihat lokasi Desa Punggur Kecil.

Meskipun lokasi undangan secara spesifik belum diketahui, tapi setidaknya kami sudah aman karena telah mengetahui lokasi desanya. Selebihnya kami bisa bertanya dengan masyarakat disana. Selain itu, kami juga sudah tahu ada dua jalur yang bisa dilalui untuk sampai di sana yaitu melalui Jalan Kakap dan Jalan Sui Raya Dalam.

Dari kedua jalan tersebut, kami menjatuhkan pilihan untuk melalui jalan Sui Raya Dalam. Hal ini dikarenakan jalan tersebut memiliki jarak tempuh yang lebih cepat di bandingkan melalui Jalan Kakap.

Kondisi jalan ketika memasuki Jalan Sui Raya Dalam lumayan cukup mulus dan lancar, meskipun kadang sedikit macet dikarenakan bertepatan dengan jam pulang kerja. Namun ketika semakin masuk lebih jauh, kondisi jalan mulai mengecil dan banyaknya pembangunan jalan yang sedikit menghambat laju kendaraan kami. Tidak hanya itu, udara dengan debu juga memenuhi sepanjang area proyek pembangunan jalan.

Sesampainya di ujung persimpangan jalan Sui Raya Dalam, kami sempat mampir di sebuah warung. Disinilah kami memiliki kesampatan untuk bertanya lokasi Parit Alang Umar. Namun  tidak ada satu orang pun yang mengetahui tempat tersebut. Dalam benak saya bertanya-tanya, apakah lokasinya yang masih jauh atau orang yang kami tanyai bukan merupakan penduduk setempat.

Tidak hanya lebar jalan yang semakin berkurang ketika kami sampai disini, tetapi juga kekuatan sinyal seluler yang berkurang bahkan hilang. Berpatokan dengan google map yang telah dibuka sebelumnya, kami tetap melanjutkan perjalanan kami. Hingga tiba disebuah persimpangan tiga dengan penduduk yang ramai. Disini kami bertanya dengan seorang kakek yang sepertinya baru pulang dari bertani. Dengan sangat senang kakek tersebut menjelaskan secara rinci hingga tangannya pun ikut memperagakan. Terimakasih Kek atas kesempatan waktunya untuk kami. :)

Mengikuti petunjuk yang dijelaskan oleh kakek, akhirnya kami sampai disebuah jembatan yang disampingnya ada sebuah plang bertuliskan "P. ALANG UMAR". Disamping jembatan tersebut juga tertancap janur kuning melengkung yang menandakan adanya pesta pernikahan ditempat ini. Tidak salah lagi, inilah tempat yang kami cari-cari.

Ketika memasuki  Jalan Parit Alang Umar, kesan pertama yang saya dapatkan adalah tempat ini mirip dengan kampung halaman saya yang berada di Segedong. Mulai dari adanya parit yang selalu berdampingan dengan jalan hingga jenis tanaman perkebunan yang dibudidayakan.

Suasana Parit Alang Umar benar-benar sangat hijau dan teduh. Disepanjang kiri kanan perjalanan banyak terdapat tanaman perkebunan yang lebat dan rapat. Pohon langsat yang rindang dan pohon durian yang menjulang tinggi menjadi ciri khas dari tempat ini. Tapi sayang, waktu kedatangan kami disini tidak bertepatan dengan musim buahnya.

Kekaguman kami atas kesuburan dan hijaunya Parit Alang Umar harus kami akui. Hingga tidak terasa jika kami sudah sampai di tempat resepsi pernikahan. Rasanya ingin terus menyusuri Parit Alang Umar hingga keujung. Kami pun memarkirkan motor dan langsung naik ke menuju ke acara resepsi pernikahan tersebut.

Sambil menikmati hidangan, mata kami juga melihat sekitar lokasi resepsi pernikahan yang banyak dikelilingi pohon langsat. Tidak jauh dari tempat ini juga terdapat pohon durian yang menjulang tinggi dengan akar yang besar dan kokoh. Bukan hanya teman saya yang bertanya, saya juga sempat berpikir apakah buah durian ketika jatuh tidak meneganai atap rumah? lepas dari hal tersebut, memiliki pohon durian dekat rumah akan memudahkan si pemilik untuk memungutnya ketika buah durian jatuh.

Keberadaan kami di Parit Alang Umar tidak terlalu lama. Karena hari yang sudah sore, kami langsung memutuskan untuk segera pulang dan bersalaman dengan pasangan pengantin. Disaat bersalaman, terucap kata ucapan terimakasih dari mempelai pengantin atas kedatangan kami yang rela hadir walaupun jauh. Bagi kami menghadiri sebuah undangan merupakan keharusan apalagi banyak hal baru yang bisa kami peroleh dengan berkunjung disini.

Jika disaat pergi kami melalui Jalan Sui raya Dalam, maka pulangnya kami melalui Jalan Sui Kakap. Hal ini dikarenakan salah satu teman saya akan mampir sejenak kerumah kakaknya yang berada di Pal Sembilan.

Tidak jauh dari Parit Alang Umar, kami menemui sebuah tugu langsat yang merupakan ikon dari daerah Punggur Kecil. Hal yang harus diketahui, buah langsat merupakan salah satu primadona perkebunan dari Desa Punggur Kecil. Jangan heran, jika tempat yang saya kunjungi tadi terdapat banyak perkebunan buah langsat.

Salah satu pemasok buah langsat terbesar di Kota Pontianak berasal dari Desa Punggur Kecil. Oleh karena itulah, rata-rata penjual langsat di pinggiran jalan memanggil langsatnya dengan sebutan 'langsat punggur'. Buah langsat asal Desa Punggur Kecil lebih dikenal dengan rasanya yang manis dan tidak kecut. Karena itulah, langsat asal Punggur lebih diminati dibandingkan dengan langsat asal daerah lain. Langsat Punggur pun tidak hanya dipasarkan di Kalbar Saja, tetapi juga kedaerah luar seperti Jakarta dan Malaysia

Setelah mengambil beberapa gambar di tugu langsat, kami pun melanjutkan kembali perjalanan kami ke Pal Sembilan. Baru setelah itu kami pulang kerumah.

Media Sosial yang digunakan:


EmoticonEmoticon