Thursday, April 19, 2018

Candi Borobudur, Candi Buddha Termegah Di Dunia

Semua orang pastinya memiliki sebuah impian. Begitu pula dengan Si penulis, yang masa kecilnya berkeinginan mendatangi Candi Borobudur. Sebuah situs yang menjadi kebanggan bangsa Indonesia dan masuk dalam daftar tujuh keajaiban dunia.

Beranjak dari Kota Yogyakarta, perjalanan kami menuju Candi Borobudur dimulai. Candi Borobudur terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Jarak yang ditempuh sekitar 42,5 km dan waktu yang dihabiskan didalam perjalanan kurang lebih 1 jam 20 menit.

 Candi Borobudur, Candi Buddha Termegah di Dunia

Candi Borobudur merupakan candi yang bercorak Budha dan memiliki ukuran yang paling megah didunia. Bagaimana? Kerenkan? Candi ini diperkirakan dibangun pada tahun 780-840 M dimasa dinasti Sailendra. Karena bentuknya yang megah dan arsitekturnya yang unik membuat tempat ini selalu menjadi perhatian menarik bagi wisatawan lokal maupun dari luar negeri.

Candi Borobudur sebelumnya sempat lama hilang atau ditinggalkan oleh penduduknya. Barulah pada tahun 1814, warisan budaya Indonesia yang megah ini berhasil ditemukan kembali oleh HC. Cornelius atas perintah Sir Thomas Stamford Raffles. Saat ditemukan, kondisi Candi Borobudur sangat menyedihkan karena sudah terlihat layaknya bukit akibat ditimbun oleh debu vulkanik dan ditumbuhi pepohonan. Barulah setelah itu dilakukan pembersihan dan pembugaran secara besar-besaran.

Tidak butuh waktu lama, akhirnya mobil yang melaju diatas jalan raya telah tiba di Candi Borobudur. Setelah selesai memarkir mobil, kami pun menuju pintu masuk sekaligus tempat pembelian tiket. Pemandangan pertama yang disaksikan ketika tiba disini adalah antrian para pengunjung yang panjang sehingga membutuhkan waktu untuk masuk kedalam. Tapi tenang saja, waktu yang digunakan untuk mengantri akan terbalas dengan menyaksikan keindahan dan kemegahan Candi Borobudur.

Pengunjung yang Terlihat Sedang Mengantri Untuk Masuk

Lalu kenapa candi ini dinamakan Candi Borobudur? Menurut Mbah Google yang saya baca diinternet, banyak pendapat yang menyatakan asal usul penamaan Candi Borobudur. Salah satunya adalah berasal dari bahasa sansekerta yaitu 'bara' yang berarti komplek candi atau biara dan kata 'beduhur' yang berarti tinggi. Selain itu, pendapat lain mengatakan bahwa Candi Borobudur berasal dari kata 'para Buddha' yang mengalami pergeseran penyebutan sehingga menjadi 'borobudur'. Namun yang pastinya, penyebutan nama Borobudur pertamakali ditulis dalam buku "Sejarah Pulau Jawa" karya Sir Thomas Stamford Raffles.


Memiliki jalur masuk yang cukup banyak, membuat antrian setidaknya akan lebih cepat. Selanjutnya kami langsung menuju tempat lokasi Candi Borobudur berada. Dari kejauhan terlihat bagaimana keindahan dan kemegahan yang diperlihatkan oleh Candi Borobudur. Sebuah situs sejarah yang selalu dipelajari dalam mata pelajaran IPS dan pusat tujuan wisata di dunia.

Karena merupakan tempat wisata, tentunya disekitar lokasi ini banyak yang menawarkan jasa. Seperti sewa payung untuk para pengunjung yang tidak tahan akan teriknya sinar matahari. Selain itu ada juga yang menawarkan jasa pemotretan dengan foto yang langsung jadi ditemat.

Namun jika anda memiliki kamera sendiri, tidak ada salahnya minta difotokan sama para pengunjung lainnya. Tidak perlu sungkan, karena orang Indonesia itu baik-baik dan terkenal suka menolong. Atau ingin seperti yang kami lakukan. Pertama-tama kami menawarkan bantuan kepada para pengunjung yang ingin foto rame-rame, baru kemudian giliran kami yang meminta tolong pada pengunjung tersebut. Bukan maksudnya mengharapkan balasan, namun hanya sekedar menerapkan simbiosis mutualisme alias saling menguntungkan. Hehehe.

Hasil Dari Simbiosis Mutualisme

Setelah simbiosis mutualisme terlaksana, kami pun mulai menaiki tangga Candi Borobudur. Dari sini terlihat dengan jelas apa saja sebenarnya yang ada didalam. Candi Borobudur memiliki 9 teras berundak, 6 teras pertama memiliki bentuk persegi layaknya sebuah lorong atau jalan kecil. Sedangkan tiga yang lainnya memiliki bentuk  melingkar dan terdapat diatas bangunan.

Sebuah Teras yang Berbentuk Persegi Dengan Pesona Relief di Dinding Batu

Terlihat Arca Buddha dan Relief di Dinding

Hal yang sangat menarik adalah ketika melihat relief yang ada di dinding Candi Borobudur. Hal ini tentu saja menunjukkan betapa mahirnya para pengukir pada saat itu. Relief tersebut menceritakan tentang Ramayana dan bagaimana kehidupan masyarakat setempat pada saat itu. Untuk membacanya pun memiliki teknik sendiri, yaitu dimulai dengan arah kiri atau mengikuti arah putaran jam. Setidaknya terdapat 1460 relief yang terukir diatas dinding batu yang keras ini.

Tidak hanya keindahan relief, di Candi Borobudur juga terdapat stupa yang semakin menambah kesan keindahan. Jumlah stupa di Candi Borobudur sebanyak 72 buah. Stupa adalah bangunan yang memiliki bentuk seperti lonceng atau bangunan setengah lingkaran. Stupa terbesar berada diatas, sedangkan stupa yang lain mengelilinginya. Selain itu terdapat juga Arca Buddha yang berjumlah sebanyak 504 buah. Arca Buddha tersebut duduk bersila dengan posisi tangan berbentuk mudra atau sikap tangan simbolis umat Buddha.

Bentuk Stupa Yang Ada di Candi Borobudur
Terlihat Stupa yang Mengelilingi Stupa Utama di Puncak Candi Borobudur

Setelah puas menyusuri lorong dan melihat relief, akhirnya tangga yang kami naiki sudah mencapai posisi teratas. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa puncak dari Candi Borobudur adalah berupa stupa yang berukuran besar. Dari atas sini, para pengunjung akan lebih bebas melihat bagaimana keadaan disekitar Candi Borobudur dan pemandangan pegunungan yang mengelilinginya. Tidak jauh dari Candi Borobudur juga terdapat candi lainnya seperti Candi Mendut dan Candi Pawon.

Puncak Dari Candi Borobudur

Ketika berada diarea keluar Candi Borobudur, pengunjung akan menjumpai sebuah tempat yang layaknya sebuah kampung. Sebuah kampung yang dipenuhi oleh para pedagang yang menawarkan oleh-oleh. Mulai dari pakaian, aksesoris, patung-patung, lukisan, dan berbagai gantungan kunci yang tentunya memiliki bentuk Candi Borobudur. Untuk harga, menurut saya disinilah yang paling murah. Bagaiman? Tertarik untuk datang ke candi Buddha termegah di dunia?

Media Sosial yang digunakan:


EmoticonEmoticon